Sabtu, 12 Oktober 2013

Pelangi Sehabis hujan


Kamu yang jauh disana...
Tuhan selalu mengetahui kapan aku selalu berbicara tentang kamu, memikirkanmu dan merindukan kamu. lidah dan bibir ini tak pernah berhenti untuk selalu menyebut namamu, mungkin ini kedengarannya berlebihan tapi ini lah yang sedang aku rasakan. nama ku dan namamu jika digabung akan membentuk kalimat yang indah dan sulit untuk dipisahkan, ini fakta. aku percaya di dunia ini tidak ada yang kebetulan tapi semua sudah direncanakan oleh tuhan yang maha kuasa. Tapi apa daya jika doa dan keinginanku tidak didengr dan diizinkan olahNya? Aku yakin Tuhan Pasti punya rencana lain. Jika aku tak bisa bersama di kehidupan ini, mungkin aku bisa bertemu kamu di kehidupan yang lain.
Hari itu, cukup memberikan satu pelajaran yang sangat berarti, kamu sudah memiliki duniamu sendiri, begitu juga dengan aku, mungkin inilah saatnya bangun dari mimpi dan segera bergegas untuk membersihkan mata untuk menatap dunia nyata yang sarat akan warna. Merah , kuning, hijau, seperti pelangi. tetapi warnaku lebih keabu- abuan -_- . Entahlah.. semoga akan ada Pelangi disetiap langkahku..Jika tidak, haruskah aku harus menjadi pelangi untuk dirisendiri?

Apa Kabar Merbabu???

MERBABU



Jum'at 19 September 2013 saya tetapkan untuk mencoba petualangan baru ke Gunung Merbabu. Ya... Merbabu yang selalu setia menemani pasangannya yaitu Merapi. Mereka berdua memiliki ke eksotikan tersendiri. Merapi yang gersang, panas dengan trek yang terjal tetapi tetap elok dengan puncak berpasir yang memaksa pendaki untuk tetap konsentrasi. Sedangkan Merbabu gagah dengan bukityang tinggi dan indah karena penuh dengan bunga edelweissnya yang kekuning - kuningan.
Suhu di gunung Merbabu memang sangat dingin. Dinginnya Merbabu dimalam hari memaksa saya untuk segera masukke dalam tenta untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk pergi ke puncak. akhirnya sang fajar muncul dan tepat pukul tepat tujuh saya melakukan pendakian ke puncak . tapi awww perutku.. aku merasa tidak enak badan dan memutuskan untuk balik ke tenda. sedangkan teman - temanku yang lain melanjutkan perjalanan ke Puncak syarif dan kentheng songo. agak nyesel sih nggak sampe puncak tapi pulang kembali dengan selamat itu lebih penting bukan? karena tujuan saya mendaki gunung adalah pulang dengan selamat dan puncak merupakan sebuah bonus hahahahh